Mengenal Makna Filosofi Desain Rumah Adat Tradisional Bali

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Baik dalam maupun luar negeri sudah sangat mengenal betul apa itu Bali. Bali adalah provinsi yang ada di Indonesia dengan tempat wisata yang paling banyak dan indah. Walaupun begitu, warga di Bali tidak pernah sedikit pun meninggalkan kebudayaan yang sudah di turun temurunkan oleh nenek moyang mereka. Sehingga sampai saat ini kehidupan mereka sangat kental dengan budaya. Salah satu warisan budaya suku Bali yakni rumah adat bali yang mempunyai ciri khas tersendiri. Selain memiliki warisan budaya, Bali juga mempunyai banyak destinasi wisata Bali yang bisa anda kunjungi ketika liburan.

Salah satunya adalah rumah adat tradisional yang dapat kita lihat di berbagai daerah yang ada di sekitar Bali. Rumah adat Bali sama juga seperti rumah adat lainnya pada umumnya. Yang memiliki nilai filosofi tinggi dan juga makna yang terkandung di dalamnya. Rumah adat itu lebih dikenal dengan nama Gapura Candi Bentar.

Penjelasan Singkat Mengenai Provinsi Bali

Bali adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kotamadya. Pulau Bali sangat dikenal oleh masyarakat luas di mana keberadaannya sangat menunjang dan meningkatkan pendapatan daerah sekaligus negara.

Itu dikarenakan Bali sangat banyak sekali tempat wisata terutama wisata pantainya yang sudah tersohor di seluruh penjuru dunia. Banyak masyarakat baik dari kalangan bawah sampai tinggi datang ke sini untuk menikmati indahnya wisata pantai yang ada di sana.

Bahkan artis dan aktor mancanegara serta presiden dari luar negeri pun ikut andil dalam mengunjungi tempat wisata yang ada di Bali.  Itu semua juga dikarenakan warga Bali masih menjunjung tinggi nilai budayanya sehingga tempat wisata baik itu pantai atau lainnya masih terasa kental budaya dan adat istiadat dari Bali tersebut.

Sehingga hal ini membuat para wisatawan domestik ataupun mancanegara berdecak kagum karena sangat jarang sekali sebuah tempat atau daerah di zaman modern ini masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan yang berasal dari para leluhur sebelumnya.

Rumah Adat Gapura Candi Bentar

rumah adat bali

Rumah adat di Bali dikenal dengan nama Gapura Candi Bentar. Di dalam kawasan rumah adat tersebut terdapat banyak sekali bangunan-bangunan yang melengkapi menjadi satu kesatuan dari Gapura Candi Bentar. Diantaranya adalah dua bangunan candi yang sejajar yang fungsinya adalah untuk masuk ke halaman rumah.

Bagian rumah adat Gapura Candi Bentar terdapat Pura yang fungsinya sebagai tempat ibadah. Selain itu berbagai pembagian rumah adat dikenal dengan nama Asta Kosala Kosali yang berarti terbangunnya keselarasan dan kedinamisan dalam perjalanan hidup untuk mencapai suatu hubungan yang harmonis.

Berbagai Unsur Yang Penting Pada Desain Rumah Adat Bali 

Sebagai tambahan wawasan untuk anda, di mana rumah adat yang ada di bali memiliki unsur penting pada bagian pembangunannya yaitu diantaranya adalah mematok dalam pembagian rumahnya. Pembangunan rumah adat bali tidak terlepas dari namanya peraturan yang sudah diatur dalam kitab yang mereka yakini yaitu kitab Weda.

Mereka tidak boleh asal buat saja, bahkan setiap sudut harus diperhatikan sedemikian rupa. Di mana sudut utara dan timur lebih disarankan karena dianggap lebih suci dan bagus jika dibandingkan dengan sudut lainnya.

Selain itu bangunan rumahnya terdiri dari berbagai macam bangunan diantaranya adalah sebagai berikut ini:

 

  • Angkul-Angkul

 

Angkul-angkul dikenal sebagai bagian yang berfungsi pada pintu masuk di mana rumah adat Bali yang merupakan bagian terpenting ada pada pintu masuk utamanya. Terkadang kita yang bukan penduduk Bali akan merasa kebingungan untuk membedakan mana yang Angkul-Angkul dan mana juga yang Gapura Candi Bentar.

Tetapi nantinya anda akan melihat letak perbedaan ada pada atap yang menghubungkan diantara keduanya yang letaknya sejajar.

 

  • Aling-Aling

 

Aling-Aling merupakan pembatas antara Angkul-angkul dan halaman yang adalah tempat suci bagi mereka. Terlebih lagi Aling-Aling ini dapat mendatangkan aura positif. Bagian yang terdapat pada pembatas seperti dinding disebut dengan penyengker.

Untuk para penghuni yang akan beraktivitas ada disediakan ruangan yang dapat digunakan. Sebagai tambahan informasi pada penyengker yang sudah disebutkan tadi diletakkan sebuah patung sebagai pembatasnya.

 

  • Pura Keluarga

 

Fungsi dari Pura keluarga adalah dijadikan sebagai tempat ibadah dan juga berdoa. Pura ini juga disebut sebagai bangunan Sanggah atau Pamerajan yang terletak pada sudut timur laut jika dihitung dari rumah huniannya.

 

  • Umah Meten

 

Umah Meten disebut juga dengan Bale Daja adalah ruangan yang fungsinya untuk tempat tidur dan istirahat para kepala keluarga. Inilah yang membedakan antara kepala keluarga dengan anggota keluarga lainnya.

Selain itu, ruangan ini dimanfaatkan untuk menyimpan benda-benda yang sakral yang nantinya jika dibutuhkan akan mudah untuk mencarinya.

 

  • Bale Dauh

 

Bangunan yang terletak di bagian barat ini menggunakan 9 tiang penyangga, maka itu disebut juga dengan Bale Tiang Sanga yang fungsinya sebagai tempat untuk menerima tamu. Bangunan tersebut juga lengkap dengan berbagai ukiran pada patungnya yang berada di setiap sudut ruangan.

 

  • Paon

 

Paon adalah dapur untuk dijadikan tempat memasak. Di mana rumah adat ini menyediakan tempat untuk memasak makanana sendiri yang letaknya ada di belakang rumah adat. Fungsinya seperti dapur pada umumnya.

 

  • Lumbung

 

Tempat penyimpanan yang disebut dengan Lumbung juga disediakan di Rumah adat Bali ini. Tetapi tidak semua barang yang bisa disimpan di lumbung ini. Biasanya hanya makanan pokok seperti jagung, padi dan makanan lainnya yang di simpang di lumbung ini.

Bahan-Bahan Dasar Pembangunan

Salah satu rumah adat yang terdapat di Bali, pembangunannya tidak sama dengan pembangunan pada umumnya. Hal itu dikarenakan ada pembeda yang diakibatkan ekonomi dan lain sebagainya. Pembangunannya itu menurut dari tingkatannya di mana untuk rakyat biasa pembangunan rumah adatnya cukup hanya menggunakan bahan-bahan yang sederhana.

Berbeda jika para bangsawan yang membangun rumah adat tersebut yang menggunakan bata untuk dijadikan pondasi dasar rumah tersebut. Atapnya pun sudah menggunakan genteng dan tidak lagi menggunakan alang-alang dan semacamnya.

Tetapi walaupun demikian, budaya dan nilai serta makna yang dimiliki tetap akan terjaga dan tidak hilang begitu saja hanya karena material atau bahan-bahan dasar pembuatannya itu dibuat dengan bahan yang lebih modern dari pada biasanya.

Rancangan Rumah Adat Bali

Jika anda sudah mengunjungi pulau Bali maka tentunya anda sudah mengetahui bagaimana rancangan dari rumah adat Bali tersebut. Di mana nantinya anda akan menemukan keunikan yang dimiliki rumah adat tersebut. Begitu bagus dan identik dengan khas dari Bali tersebut seperti rumah adat Gapura Candi Bentar yang juga dimiliki masyarakat biasa di sana.

Tetapi untuk anda yang belum mengetahui bagaimana rancangan dari Rumah adat Bali ini, maka segeralah mengunjungi pulau Bali agar dapat menyaksikan sendiri bagaimana rumah adat tersebut masih berdiri kokoh. Dan bahkan masyarakat masih membangun rumah adat tersebut untuk di tempati dengan nyaman bersama keluarga dan orang-orang terkasih mereka.

 

Leave a Reply